Tahukah kamu, bagaimana Cara Membuat Artikel SEO Friendly Berkualitas?
Membuat artikel ialah suatu hal yang biasa dilakukan oleh para blogger. Namun hanya sedikit dari mereka yang bisa menciptakan artikel berkualitas dan didukung meningkatkan secara optimal yang sempurna semoga artikel menjadi SEO Friendly sehingga memudahkan konten berada di peringkat terbaik mesin pencari.
Sebelum jauh melangkah ke cara pembuatannya, terlebih dahulu anda harus mengetahui pengertian artikel SEO Friendly..
Dan ini sangat menguntungkan bagi seorang blogger... Apalagi bagi yang ingin meningkatkan visitor blog..
Apa hubungannya antara artikel seo friendly dengan visitor blog?
Begini, ketika seseorang bisa menciptakan artikel yang ramah mesin pencari, apalagi artikel bisa berada di 10 peringkat teratas google, maka peluang artikel anda untuk dikunjungi semakin besar. Syukur-syukur kalau artikel anda mempunyai volume pencarian yang tinggi. Visitor pun semakin bertambah...
Kan bisa di-share di media sosial?
Eits.. Hal itu memang bisa. Namun admin rasa kurang efektif. Promosi dari grup satu ke grup lainnya hanya melelahkan saja. Berbeda dengan menciptakan artikel seo friendly, dengan tanpa promosi sekalipun, pengunjung bakal bergerombolan tiba ke blog anda.
Sebelum eksklusif membahas perihal tata cara menciptakan artikel seo friendly, ketahuilah beberapa hal berikut ini :
Apa tujuannya? Dapat dijelaskan menyerupai ini..
Tak kenal maka tak sayang, Seperti itulah gambarannya. Berawal dari kenalan, lama-lama bersahabat dan kesannya tumbuh rasa sayang dan rasa saling percaya. Jika awalnya ragu untuk mendapatkan sesuatu darinya, ketika sudah tumbuh rasa saling percaya maka apapun yang diberikan niscaya diterima.
Sama halnya dengan seorang blogger dengan Google. Google niscaya memprioritaskan blog yang sudah ia kenali untuk di tampilkan di mesin pencari.
Bagaimana supaya blog saya bisa kenali ?
Jalan terbaik yaitu dengan mendaftarkan blog anda ke Google Webmaster. Ada baiknya kalau anda melakukannya ketika artikel masih sedikit supaya bisa dirayapi dan dikenali dengan cepat
Artikel Berkualitas yang dimaksud disini ialah artikel yang cantik kalau dibaca oleh pembaca. Buat pembaca anda nyaman membaca artikel anda dan merasa puas, bahkan berlama-lama di blog anda.
Itu bagus... Namun jangan lupakan tampilan blog anda...
Mengapa? Algoritma google terbaru mengutamakan user experience.
Pengalaman pengguna menentukan bagaimana isi blog tersebut. Apakah ia benar-benar membaca goresan pena anda hingga tuntas? Apa ia membaca hanya 1 artikel anda apa membaca banyak artikel anda?
Ada beberapa faktor penentu yang menciptakan pengunjung nyaman atau tidak berkunjung ke blog anda
Jangan pernah mengabaikan loading blog anda.. jangan beranggapan kalau pengunjung blog anda sabar menunggu loading blog yang terlalu lama.
Survey mengambarkan kalau lebih dari 3 detik, situs belum selesai load, maka pengunjung akan meninggalkan dan pindah ke situs yang lainnya.
Hal ini tentu bukanlah hal yang baik, anda gampang kehilangan pengunjung, dan dampaknya trafik semakin menurun. Bahkan mulai bulan depan, loading blog ( (terutama loading di smartphone) bakal jadi salah satu faktor penting penentu rangking website pada pencarian mobile
Tidak percaya? Anda dapat membacanya disini
Dan bagi anda yang ingin loading blognya lebih cepat? Silahkan baca artikel ini:
Cara Mempercepat Loading Blog
Google begitu menyukai artikel yang mempunyai banyak kata. Semakin banyak jumlah kata pada artikel tersebut, maka semakin gampang untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari.
Asalkan....
Asalkan tulisannya memang benar-benar berbobot dan juga mendalam. Maksudnya disini, Artikel dibentuk tidak hanya menjelaskan secara teoritis saja namun bisa memperlihatkan solusi dari apa yang masih menjadi persoalan ...
Jangan memaksakan menciptakan artikel panjang namun hasilnya tidak karuan, jelek, dan bertele-tele. Inti dari artikel yang anda buat justru tidak di sanggup pembaca anda.
Selain itu, jangan pula terlalu memaksakan menambah kata-kata hanya demi mendapatkan jumlah kata tertentu. Misal jumlah kata awal 946 sebab merasa tanggung maka digenapkan menjadi 1000 kata dengan menambahkan kata-kata yang bahwasanya tidak diperlukan.
Yang benar bukanlah menambah kata. Melainkan menambah materi. Semisal menyerupai ini:
Anda menciptakan artikel cara memasak nasi. Awalnya anda hanya membahas cara memasak nasi melalui magic com . Jika anda ingin memperluas artikel anda maka anda bisa menambahkan perihal cara memasak nasi memakai dandang. Jadi, pembaca bisa eksklusif mendapatkan 2 hal sekaligus :
Cara memasak nasi melalui magic com dan cara memasak nasi memakai dandang
Artikel anda semakin informatif di mata pembaca.
Tetapi, satu hal yang niscaya jangan pernah menciptakan goresan pena hasil copy paste ataupun memakai tools spinner). Menulis dengan tangan sendiri memperlihatkan kepuasan tersendiri.
Bagaimana, apa sudah paham hingga disini? Jika sudah, kita lanjut ke tahap berikutnya
Apa dampaknya?
Artikel anda menjadi tidak enak dibaca. Terlalu banyak keyword berulang yang ditempatkan. Teknik ini ialah teknik jadul yang sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan.
Lantas dimanakah sebaiknya keyword ditempatkan? Setidaknya ada 4 tempat
a. Pada Judul Artikel
b. Awal Paragraf
Lihat gambar Berikut
Itu hanya sekedar contoh, anda tidak selalu meletakkan keyword menyerupai itu, silahkan anda taruh di potongan mana saja (asal paragraf awal).
Mengapa keyword sebaiknya ditempatkan di judul dan awal paragraf?
Hal ini dikarenakan judul dan awal paragraf merupakan potongan pertama yang pertama di crawl oleh Google, jadi penting untuk meletakkan keyword di area tersebut.
Selain itu dengan adanya keyword di area tersebut, sanggup mempermudah robot google untuk mengcrawl dan menentukan tema postingam anda.
Bagaimana? Sudah mengerti?
Baiklah kita lanjut..
Maka dari itu anda bisa memakai Lantent Semantic Indexing Keyword atau yang bisa disebut LSI keyword merupakan kata kunci yang masih mempunyai keterkaitan dengam kata kunci yang utama
Contohnya..
Anda mempunyai keyword utama "artikel seo friendly" maka LSI yang bisa dipakai yaitu
Keyword-keyword tersebut berkhasiat untuk memperkaya kata kunci yang dipakai pada sebuah artikel. Dari segi SEO tentu sangat bagus...
Jika benar-benar terdapat LSI, dengan penempatan yang tepat, semakin menambah peluang artikel untuk ditemukan pada mesin pencari, sekalipun itu tidak dicari berdasarakan keyword yang digunakan, melainkan memakai keyword yang masih relevan.
Apa yang terlintas dibenak anda sehabis membaca sepenggal artikel diatas?
Tidak enak dibaca. Terlalu banyak penempatan kata kucing, bahkan didalam satu kalimat, menyerupai pada kalimat :
"Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis kucing anggora dan kucing persia" (kata kucing disebut hingga 3 kali). Padahal, kalimat itu bisa kita ubah menjadi :
"Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis anggora atau persia". Memang kalimatnya lebih singkat, tetapi lebih enak dibaca bukan?
Selain itu kalau anda masih menerapkan tenik jadul ini, maka google niscaya menganggap artikel anda sebagai spam, sehingga sulit ditemukan pada search engine.
Baik, kita lanjutkan..
Jadi, misal sebuah keyword ditempatkan sebanyak 5 kali di dalam 1500 kata maka keyword densitynya :
5/1500 x 100% = 0,33%
Banyak yang beranggapan kalau kepadatan kata kunci sebuah Artikel haruslah berada di kisaran 3% hingga 5%.
Namun anda tidak perlu memikrkan hal itu, algoritma google sudah semakin baik dari tahun ke tahun. Google sudah semakin cerdas untuk menentukan mana konten yang benar-benar berkualitas.
Jika anda benar-benar menulis secara natural, mengalir apa adanya, dengan penempatan keyword yang tepat, maka persoalan keyword density yang besar sudah niscaya tidak akan terjadi.
Namun untuk berjaga-jaga, anda bisa mengeceknya di tools keyword density Berhati-hatilah kalau terlampau tinggi, maka menimbulkan keyword stuffing menyerupai yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Lalu bagaimana untuk H2-H4? Bagaimana penerapannya pada artikel?
Jika anda penguna blogspot, H2 lebih dikenal sebagai tag Heading. H2 sebaiknya diterapakan pada sub judul yang mengadung keyword utama. Sementara
H3 dan H4 dipakai pada sub judul yang mengandung variasi dari keyword utama.
Gambarannya menyerupai ini
Membuat artikel ialah suatu hal yang biasa dilakukan oleh para blogger. Namun hanya sedikit dari mereka yang bisa menciptakan artikel berkualitas dan didukung meningkatkan secara optimal yang sempurna semoga artikel menjadi SEO Friendly sehingga memudahkan konten berada di peringkat terbaik mesin pencari.
Sebelum jauh melangkah ke cara pembuatannya, terlebih dahulu anda harus mengetahui pengertian artikel SEO Friendly..
Apa itu Artikel SEO Friendly?
Bagi seorang blogger, artikel seo friendly sudah niscaya sering di dengar. Tetapi, tidak banyak yang mengetahui apa itu artikel SEO friendly. Perlu untuk anda ketahui, artikel seo friendly ialah artikel yang dibentuk dengan tujuan supaya artikel yang dibentuk gampang ditemukan oleh mesin pencari.Dan ini sangat menguntungkan bagi seorang blogger... Apalagi bagi yang ingin meningkatkan visitor blog..
Apa hubungannya antara artikel seo friendly dengan visitor blog?
Begini, ketika seseorang bisa menciptakan artikel yang ramah mesin pencari, apalagi artikel bisa berada di 10 peringkat teratas google, maka peluang artikel anda untuk dikunjungi semakin besar. Syukur-syukur kalau artikel anda mempunyai volume pencarian yang tinggi. Visitor pun semakin bertambah...
Kan bisa di-share di media sosial?
Eits.. Hal itu memang bisa. Namun admin rasa kurang efektif. Promosi dari grup satu ke grup lainnya hanya melelahkan saja. Berbeda dengan menciptakan artikel seo friendly, dengan tanpa promosi sekalipun, pengunjung bakal bergerombolan tiba ke blog anda.
Sebelum eksklusif membahas perihal tata cara menciptakan artikel seo friendly, ketahuilah beberapa hal berikut ini :
1. Untuk menciptakan artikel yang disukai mesin pencari, pastikan dulu blog anda telah dikenali oleh mesin pencari.
Apa tujuannya? Dapat dijelaskan menyerupai ini..
Tak kenal maka tak sayang, Seperti itulah gambarannya. Berawal dari kenalan, lama-lama bersahabat dan kesannya tumbuh rasa sayang dan rasa saling percaya. Jika awalnya ragu untuk mendapatkan sesuatu darinya, ketika sudah tumbuh rasa saling percaya maka apapun yang diberikan niscaya diterima.
Sama halnya dengan seorang blogger dengan Google. Google niscaya memprioritaskan blog yang sudah ia kenali untuk di tampilkan di mesin pencari.
Bagaimana supaya blog saya bisa kenali ?
Jalan terbaik yaitu dengan mendaftarkan blog anda ke Google Webmaster. Ada baiknya kalau anda melakukannya ketika artikel masih sedikit supaya bisa dirayapi dan dikenali dengan cepat
2. Jika blog anda sudah dikenali mesin pencari, maka cobalah berguru menciptakan artikel berkualitas.
Artikel Berkualitas yang dimaksud disini ialah artikel yang cantik kalau dibaca oleh pembaca. Buat pembaca anda nyaman membaca artikel anda dan merasa puas, bahkan berlama-lama di blog anda.
Anda bisa membaca panduan cara menciptakan artikel berkualitas, silahkan pelajari caranya berikut ini
Itu bagus... Namun jangan lupakan tampilan blog anda...
Mengapa? Algoritma google terbaru mengutamakan user experience.
Pengalaman pengguna menentukan bagaimana isi blog tersebut. Apakah ia benar-benar membaca goresan pena anda hingga tuntas? Apa ia membaca hanya 1 artikel anda apa membaca banyak artikel anda?
Ada beberapa faktor penentu yang menciptakan pengunjung nyaman atau tidak berkunjung ke blog anda
- Loading Blog Yang Cepat
Jangan pernah mengabaikan loading blog anda.. jangan beranggapan kalau pengunjung blog anda sabar menunggu loading blog yang terlalu lama.Survey mengambarkan kalau lebih dari 3 detik, situs belum selesai load, maka pengunjung akan meninggalkan dan pindah ke situs yang lainnya.
Hal ini tentu bukanlah hal yang baik, anda gampang kehilangan pengunjung, dan dampaknya trafik semakin menurun. Bahkan mulai bulan depan, loading blog ( (terutama loading di smartphone) bakal jadi salah satu faktor penting penentu rangking website pada pencarian mobile
Tidak percaya? Anda dapat membacanya disini
Dan bagi anda yang ingin loading blognya lebih cepat? Silahkan baca artikel ini:
Cara Mempercepat Loading Blog
- Tema yang Responsive
Penting di masa kini bagi seorang blogger untuk mempunyai template blog yang responsive. Template responsive sanggup dikatakan sebagai template yang menyesuiakan ukuran perangkat yang digunakan.
Baik dibuka melalui tablet, smartphone, komputer, ataupun perangkat yang lainnya akan menyesuaikan. Coba anda perhatikan gambar berikut ini :
Gamba kanan merupakan gambar template versi desktop, ketika dibuka diperangkat lain, misal smartphone maka ukuran akan menyesuaikan menyerupai gambar di kiri.
![]() |
Gamba kanan merupakan gambar template versi desktop, ketika dibuka diperangkat lain, misal smartphone maka ukuran akan menyesuaikan menyerupai gambar di kiri.
- Template yang Mobile Friendly
Di zaman sekarang, jumlah smartphone semakin meningkat, untuk itu template dirancang untuk bisa gampang diakses di smartphone.
Hal ini didukung dengan jumlah pembaca yang lebih banyak didominasi juga memakai ponsel pintar. Sehingga, mempunyai template mobile friendly merupakan keharusan demi kenyamanan pengunjung.
Meski terdengar sepele, tetapi terlalu banyak goresan pena typo bukanlah hal yang baik. Apalagi kalau goresan pena yang salah merubah makna yang sesungguhnya. Pengunjung anda semakin dibentuk galau dengan artikel yang anda buat. Alhasil, situs anda ditinggalkan.
Untuk itu, sebaiknya selalu cek and ricek sebelum mempublish artikel semoga tidak ada kesalahan penulisan pada artikel yang dibuat.
Setelah memenuhi beberapa hal diatas, kini saatnya saya beri panduan cara pembuatan artikel seo friendly, terkhusus bagi anda seorang pemula yang ingin berguru bagaimana menciptakan artikel yang bisa bersaing di search engine, terutama google
Baca hingga tuntas ya...
Baca juga : Tips menentukan jasa seo
Hal ini didukung dengan jumlah pembaca yang lebih banyak didominasi juga memakai ponsel pintar. Sehingga, mempunyai template mobile friendly merupakan keharusan demi kenyamanan pengunjung.
- Tulisan yang Sedikit Typo
Meski terdengar sepele, tetapi terlalu banyak goresan pena typo bukanlah hal yang baik. Apalagi kalau goresan pena yang salah merubah makna yang sesungguhnya. Pengunjung anda semakin dibentuk galau dengan artikel yang anda buat. Alhasil, situs anda ditinggalkan.Untuk itu, sebaiknya selalu cek and ricek sebelum mempublish artikel semoga tidak ada kesalahan penulisan pada artikel yang dibuat.
Setelah memenuhi beberapa hal diatas, kini saatnya saya beri panduan cara pembuatan artikel seo friendly, terkhusus bagi anda seorang pemula yang ingin berguru bagaimana menciptakan artikel yang bisa bersaing di search engine, terutama google
Baca hingga tuntas ya...
Baca juga : Tips menentukan jasa seo
Cara Membuat Artikel SEO Friendly
A. Diawali Dengan Riset Keyword
Riset keyword perlu dilakukan sebelum menciptakan sebuah artikel. Mengapa perlu dilakukan? Tujuannya untuk menganalisis persaingan.
Untuk memenangkan pertarungan dengan ribuan website lain tanpa mengetahui tingkat persaingan merupakan suatu kesalahan. Mengapa?
Kita tidak tau keyword yang kita gunakan apa banyak yang mencarinya? Apa keyword tersebut mempunyai tingkat persaingan yang rendah atau tinggi?
Percuma.. kalau artikel anda mendapatkan peringkat pertama di mesin pencari, tetapi keyword yang dipakai jarang dicari ya tetap saja. Blog anda sedikit mendapatkan kunjungan.
Lantas, bagaimana yang bagus?
Yang cantik kalau keyword yang anda gunakan mempunyai volume pencarian yang tinggi. Soal persaingan anda bisa melihat blog anda sendiri..
Jika blog anda tergolong masih baru, DA dan PA masih rendah dan backlink yang masih sedikit. Memilih keyword dengan tingkat persaingan rendah ialah pilihan yang tepat. Jika anda memaksakan diri untuk memakai keyword dengan persaingan tinggi, maka anda akan kesulitan bersaing.
Terkecuali kalau memang blog anda sudah berumur tua, mempunyai DA dan PA yang tinggi serta banyak mempunyai backlink yang berkualitas menentukan keyword dengan persaingan tinggi boleh anda lakukan. Jika pun anda menentukan yg low competition juga diperbolehkan
Beberapa tools berikut ini bisa anda coba untuk meriset kata kunci
Apa anda sudah paham makna long tail keyword dari gambar diatas?
Yap.. benar sekali...
Long tail keyword merupakan kata kunci yang mengandung setidaknya 3-4 kalimat. Pertanyaannya, mengapa long tail keyword sangat direkomendasikan bagi pemula?
Alasannya yaitu, long tail keyword mempunyai tingkat persaingan yang lebih rendah dibandingkan short tail keyword. Tentu saja hal ini memudahkan blog anda untuk bersaing di mesin pencari.
Tapi belum cukup hingga disini, anda harus mengetahui dulu, apakah keyword yang anda gunakan merupakan keyword musiman atau keyword abadi.
Jenis keyword apalagi itu?
Keyword Musiman
Keyword musiman merupakan keyword yang dicari hanya pada ketika tertentu saja. Kita ambil teladan :
Seperti yang kita ketahui, bahwa tidak setiap hari keyword tersebut dicari. Ajang tersebut hanya diadakan 4 tahun sekali sehingga orang mencarinya hanya 4 tahun sekali.
Keyword menyerupai itu cocok bagi anda yang mempunyai blog konten yang viral.
Keyword Abadi
Keyword ini kebalikan dari keyword musiman, dimana keyword ini selalu dicari hingga kapan pun juga tanpa mengenal waktu dan musim. Contohnya :
Sudah jelas, kebutuhan makan ialah kebutuhan primer manusia, jadi hal-hal yang bekerjasama dengannya misal cara pembuatan, cara memasak, dan lainnya niscaya selalu dicari.
Admin rasa, keyword ini cocok dipakai bagi anda yang mempunyai blog dengan konten potensial di masa depan.
Jika sudah paham, ayo kita lanjut ke tahap berikutnya :
Untuk memenangkan pertarungan dengan ribuan website lain tanpa mengetahui tingkat persaingan merupakan suatu kesalahan. Mengapa?
Kita tidak tau keyword yang kita gunakan apa banyak yang mencarinya? Apa keyword tersebut mempunyai tingkat persaingan yang rendah atau tinggi?
Percuma.. kalau artikel anda mendapatkan peringkat pertama di mesin pencari, tetapi keyword yang dipakai jarang dicari ya tetap saja. Blog anda sedikit mendapatkan kunjungan.
Lantas, bagaimana yang bagus?
Yang cantik kalau keyword yang anda gunakan mempunyai volume pencarian yang tinggi. Soal persaingan anda bisa melihat blog anda sendiri..
Jika blog anda tergolong masih baru, DA dan PA masih rendah dan backlink yang masih sedikit. Memilih keyword dengan tingkat persaingan rendah ialah pilihan yang tepat. Jika anda memaksakan diri untuk memakai keyword dengan persaingan tinggi, maka anda akan kesulitan bersaing.
Terkecuali kalau memang blog anda sudah berumur tua, mempunyai DA dan PA yang tinggi serta banyak mempunyai backlink yang berkualitas menentukan keyword dengan persaingan tinggi boleh anda lakukan. Jika pun anda menentukan yg low competition juga diperbolehkan
Beberapa tools berikut ini bisa anda coba untuk meriset kata kunci
- Google Keyword Planner
- Keywordtool io
- Ubbersuggest
Atau kalau anda bingung, anda bisa melaksanakan cara riset keyword sederhana dengan membaca artikel berikut ini
B. Pilihlah Long Tail Keyword
Perhatikan gambar berikut :
![]() |
| Short & Long Tail Keyword |
Yap.. benar sekali...
Long tail keyword merupakan kata kunci yang mengandung setidaknya 3-4 kalimat. Pertanyaannya, mengapa long tail keyword sangat direkomendasikan bagi pemula?
Alasannya yaitu, long tail keyword mempunyai tingkat persaingan yang lebih rendah dibandingkan short tail keyword. Tentu saja hal ini memudahkan blog anda untuk bersaing di mesin pencari.
Tapi belum cukup hingga disini, anda harus mengetahui dulu, apakah keyword yang anda gunakan merupakan keyword musiman atau keyword abadi.
Jenis keyword apalagi itu?
Keyword Musiman
Keyword musiman merupakan keyword yang dicari hanya pada ketika tertentu saja. Kita ambil teladan :
- Hasil Piala Dunia
- Klasmen Piala Dunia
- Piala Dunia Rusia
Seperti yang kita ketahui, bahwa tidak setiap hari keyword tersebut dicari. Ajang tersebut hanya diadakan 4 tahun sekali sehingga orang mencarinya hanya 4 tahun sekali.
Keyword menyerupai itu cocok bagi anda yang mempunyai blog konten yang viral.
Keyword Abadi
Keyword ini kebalikan dari keyword musiman, dimana keyword ini selalu dicari hingga kapan pun juga tanpa mengenal waktu dan musim. Contohnya :
- Cara memasak nasi
- Cara menggoreng telur
- Cara memanggang ikan
Sudah jelas, kebutuhan makan ialah kebutuhan primer manusia, jadi hal-hal yang bekerjasama dengannya misal cara pembuatan, cara memasak, dan lainnya niscaya selalu dicari.
Admin rasa, keyword ini cocok dipakai bagi anda yang mempunyai blog dengan konten potensial di masa depan.
Jika sudah paham, ayo kita lanjut ke tahap berikutnya :
3. Menentukan Judul (yang Menarik)
Setiap orang bisa menciptakan judul, namun menciptakan judul yang menarik tidak semua bisa melakukannya. Tentu, menciptakan judul yang menarik untuk sebuah artikel merupakan suatu keharusasan. Mengapa?
Coba anda bandingkan 2 judul ini :
- Cara Membuat Tahu Bulat
- 5 Cara Membuat Tahu Bulat yang Enak dan Lezat
Mana yang lebih menarik perhatian anda? Admin yakin, anda menjawab yang kedua. Judul yang kedua memang lebih menarik dengan adanya kata "enak dan lezat". Keyword tersebut tanpa disadari berhasil menghipnotis calon pembaca untuk tertarik membuka artikel tersebut.
Disarankan bagi anda untuk tidak menciptakan judul lebih dari 70 abjad semoga tidak terpotong ketika tampil di mesin pencari
4. Membuat Artikel Panjang, Tetapi Isinya Mendalam
![]() |
| Images Source : pxhere.com |
Google begitu menyukai artikel yang mempunyai banyak kata. Semakin banyak jumlah kata pada artikel tersebut, maka semakin gampang untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari.
Asalkan....
Asalkan tulisannya memang benar-benar berbobot dan juga mendalam. Maksudnya disini, Artikel dibentuk tidak hanya menjelaskan secara teoritis saja namun bisa memperlihatkan solusi dari apa yang masih menjadi persoalan ...
Jangan memaksakan menciptakan artikel panjang namun hasilnya tidak karuan, jelek, dan bertele-tele. Inti dari artikel yang anda buat justru tidak di sanggup pembaca anda.
Selain itu, jangan pula terlalu memaksakan menambah kata-kata hanya demi mendapatkan jumlah kata tertentu. Misal jumlah kata awal 946 sebab merasa tanggung maka digenapkan menjadi 1000 kata dengan menambahkan kata-kata yang bahwasanya tidak diperlukan.
Yang benar bukanlah menambah kata. Melainkan menambah materi. Semisal menyerupai ini:
Anda menciptakan artikel cara memasak nasi. Awalnya anda hanya membahas cara memasak nasi melalui magic com . Jika anda ingin memperluas artikel anda maka anda bisa menambahkan perihal cara memasak nasi memakai dandang. Jadi, pembaca bisa eksklusif mendapatkan 2 hal sekaligus :
Cara memasak nasi melalui magic com dan cara memasak nasi memakai dandang
Artikel anda semakin informatif di mata pembaca.
Tetapi, satu hal yang niscaya jangan pernah menciptakan goresan pena hasil copy paste ataupun memakai tools spinner). Menulis dengan tangan sendiri memperlihatkan kepuasan tersendiri.
Bagaimana, apa sudah paham hingga disini? Jika sudah, kita lanjut ke tahap berikutnya
5. Penempatan Keyword yang Tepat
Ini salah satu seni administrasi SEO yang tidak banyak diketahui. Ada juga yang mengetahuinya tetapi salah dalam penerapannya. Kebanyakan melaksanakan penempatam keyword secara asal-asalan tanpa memperhatikan konten tersebut.Apa dampaknya?
Artikel anda menjadi tidak enak dibaca. Terlalu banyak keyword berulang yang ditempatkan. Teknik ini ialah teknik jadul yang sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan.
Lantas dimanakah sebaiknya keyword ditempatkan? Setidaknya ada 4 tempat
a. Pada Judul Artikel
b. Awal Paragraf
Lihat gambar Berikut
Itu hanya sekedar contoh, anda tidak selalu meletakkan keyword menyerupai itu, silahkan anda taruh di potongan mana saja (asal paragraf awal).
Mengapa keyword sebaiknya ditempatkan di judul dan awal paragraf?
Hal ini dikarenakan judul dan awal paragraf merupakan potongan pertama yang pertama di crawl oleh Google, jadi penting untuk meletakkan keyword di area tersebut.
Selain itu dengan adanya keyword di area tersebut, sanggup mempermudah robot google untuk mengcrawl dan menentukan tema postingam anda.
Bagaimana? Sudah mengerti?
Baiklah kita lanjut..
6. Masukkan Lantent Semantic Indexing Keyword (LSI)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, terlalu banyak menempatkan kata kunci yang sama di dalam sebuah artikel ialah sebuah kesalahan. Selain menciptakan artikel menjadi kurang enak di baca, pembaca bakal menganggap anda kurang kreatif sebab hanya memakai kata kunci itu-itu saja di dalam artikel..Maka dari itu anda bisa memakai Lantent Semantic Indexing Keyword atau yang bisa disebut LSI keyword merupakan kata kunci yang masih mempunyai keterkaitan dengam kata kunci yang utama
Contohnya..
Anda mempunyai keyword utama "artikel seo friendly" maka LSI yang bisa dipakai yaitu
- artikel berkualitas
- Template
- Riset keyword
- Blog
- Dsb
Keyword-keyword tersebut berkhasiat untuk memperkaya kata kunci yang dipakai pada sebuah artikel. Dari segi SEO tentu sangat bagus...
Bagaimana bisa? Begini penjelasannya
Ketika mengcrawl sebuah artikel, pertama kali google akan menyidik keterkaitan judul dan keyword yang digunakan. Jika judul yang ditemukan tidak terlalu sesuai dengan keyword yang dicari pada mesin pencari maka google eksklusif menyidik LSI yang terdapat pada artikel tersebut.
Jika benar-benar terdapat LSI, dengan penempatan yang tepat, semakin menambah peluang artikel untuk ditemukan pada mesin pencari, sekalipun itu tidak dicari berdasarakan keyword yang digunakan, melainkan memakai keyword yang masih relevan.
7. Hati-hati dengan Keyword Stuffing
Keyword stuffing adalag suatu teknik seo dengan cara menempatkan suatu kata kunci secara berlebihan. Hal ini bukanlah teknik seo yang bagus.
Memang pada zaman dahulu, teknik keyword stuffing ini masih mempunyai efek untuk mendongkrak posisi artikel pada SERP (Search Engine Result Page), namun kini berbeda lagi ceritanya.
Google semakin memperbaiki algoritma demi pengalaman pengguna. Segala apapun yang menciptakan pengguna (pengunjung blog) menjadi nyaman, maka google menyukainya.
Penerapan teknik ini kurang disukai oleh pembaca. Seperti misalnya sebagai berikut :
Kucing merupakan binatang berkaki empat yang mempunyai cakar pada kakinya. Kucing termasuk ke dalam kelompok mamalia dimana induk kucing menyusui anak Kucing. Kucing biasa hidup liar dialam, namun ada juga yang dipelihara. Kucing yang hidup liar biasa disebut kucing kampung. Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis kucing anggora atau kucing persia
Apa yang terlintas dibenak anda sehabis membaca sepenggal artikel diatas?
Tidak enak dibaca. Terlalu banyak penempatan kata kucing, bahkan didalam satu kalimat, menyerupai pada kalimat :
"Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis kucing anggora dan kucing persia" (kata kucing disebut hingga 3 kali). Padahal, kalimat itu bisa kita ubah menjadi :
"Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis anggora atau persia". Memang kalimatnya lebih singkat, tetapi lebih enak dibaca bukan?
Selain itu kalau anda masih menerapkan tenik jadul ini, maka google niscaya menganggap artikel anda sebagai spam, sehingga sulit ditemukan pada search engine.
Baik, kita lanjutkan..
8. Jangan Terlalu Memikirkan Keyword Density
Keyword density merupakan suatu kepadatan kata kunci pada suatu artikel. Biasanya keyword jenis ini dirumuskan denganJumlah kata kunci/jumlah seluruh kalimat x 100%
Jadi, misal sebuah keyword ditempatkan sebanyak 5 kali di dalam 1500 kata maka keyword densitynya :
5/1500 x 100% = 0,33%
Banyak yang beranggapan kalau kepadatan kata kunci sebuah Artikel haruslah berada di kisaran 3% hingga 5%.
Namun anda tidak perlu memikrkan hal itu, algoritma google sudah semakin baik dari tahun ke tahun. Google sudah semakin cerdas untuk menentukan mana konten yang benar-benar berkualitas.
Jika anda benar-benar menulis secara natural, mengalir apa adanya, dengan penempatan keyword yang tepat, maka persoalan keyword density yang besar sudah niscaya tidak akan terjadi.
Namun untuk berjaga-jaga, anda bisa mengeceknya di tools keyword density Berhati-hatilah kalau terlampau tinggi, maka menimbulkan keyword stuffing menyerupai yang sudah dijelaskan sebelumnya.
9. Gunakan H1, H2, H3, dan H4
Eleman H1, H2, H3, dan H4 sangat penting untuk dipakai menentukan elemen-elemen pada suatu website. Secara default, H1 dipakai pada Judul suatu website.Lalu bagaimana untuk H2-H4? Bagaimana penerapannya pada artikel?
Jika anda penguna blogspot, H2 lebih dikenal sebagai tag Heading. H2 sebaiknya diterapakan pada sub judul yang mengadung keyword utama. Sementara
H3 dan H4 dipakai pada sub judul yang mengandung variasi dari keyword utama.
Gambarannya menyerupai ini
Penggunaan h2 hingga H4 boleh dipakai lebih dari 1 kali, namun untuk H1 sebaiknya hanya dipakai 1 kali yaitu pada judul website.
10. Internal Link
Internal link atau link yang menuju halaman lagi pada suatu website juga merupakan salah satu hal penting untuk meningkatkan SEO sebuah konten.
Internal link bermanfaat untuk menurunkan bounce rate. Penjelasannya menyerupai ini..
Anda menciptakan sebuah artikel perihal cara merawat kucing, dan di artikel lain anda sudah menciptakan juga artikel seputar kucing, misal "jenis-jenis kucing" maka anda bisa eksklusif memperlihatkan link menuju konten tersebut.
Tanpa disadari, pembaca anda telah membaca 2 konten pada blog anda. Itu kalau 1 internal link. Bagaimana kalau 2, 3, 4,5? Tentu semakin banyak, dan hal ini tentu bisa menambah page view blog anda.
Berapa batasan internal link?
Banyak yang beranggapan kalau harus 3-5 link. Apa itu benar? Menurut admin tidak. Asalkan link yang dituju masih relevan dengan topik goresan pena tidaklah menjadi masalah.
Sekarang coba lihat wikipedia, berapa jumlah link internal? Banyak. Tetapi nyatanya Wikipedia tidak pernah bermasalah dengan google. Untuk itu jangan ragu untuk memperlihatkan banyak link internal, asalkan masih relevan dengam topik tulisan.
Baca juga: Penyedia SSL Certificate Terbaik di Indonesia
Baca juga: Penyedia SSL Certificate Terbaik di Indonesia
11. Eksternal Link
Jika internal link merupakan link yang menuju ke dalam, sementara eksternal link menuju ke luar. Banyak yang berasumsi kalau link keluar haruslah beratribut "nofollow"
Padahal, tidak harus selalu begitu. Asalkan masih relevan dengan topik utama, maka memperlihatkan atribut "dofollow" tidak menjadi masalah
Lain halnya kalau anda memakai eksternal link yang tidak relevan dengan konten, maka gunakanlah atribut "nofollow"
Penggunaan eksternal link ini berkhasiat bagi pembaca untuk mengetahui seberapa akurat artikel yang anda buat.
12. Jangan Gunakan Bold, Italic, atau Underlind
Penggunaan bold, italic, atau underline memang bisa memperlihatkan penekanan, supaya google mengenali keyword-keyword tertentu yang penting.
Apa boleh menggunakannya? Sebenarnya boleh-boleh saja. Tetapi kalau berlebihan itu tidak bagus.
Sebenarnya, tanpa menerapkannya pum google sudah bisa mengenali keyword yang kita gunakan. Jika anda menerapkannya secara berlebihan, justru membuatnya tidak lagi user experience.
Mengapa?
Mata pembaca semakin sakit sebab terlalu banyak meliha goresan pena tebal, miring, atau garis bawah. Bukannya dibaca hingga tuntas, justru pembaca anda buru-buru menutup situs.
Tentu anda tidak ingin menyerupai itu bukan? Maka dari itu, gunakan sewajarnya saja.
13. Jangan Lupa Masukkan Gambar yang Telah Diisi Title Text dan Alt Text
Sesungguhnya, kita mengcrawl sebuah gambar, maka yang pertama kali di crawl oleh google yaitu alt text. Coba lihat terlebih dahulu gambar di bawah ini :
Untuk title text, sebenanrnya tidak diisi juga tidak jadi masalah. Jikapun anda ingin menggunakannya, tidak apa tak jadi masalah. Namun untuk alt text sebaiknya anda isi. Bisa dengan keyword yang relevan ataupun diisi dengan topik gambar.
Sebaiknya gunkan gambar yang berekstensi .png sebab lebih ringan dari ekstensi jpg, gif, ataupun HD. Selain itu jangan lupa untuk mengcompress gambar supaya loading blog anda tidak semakin lambat sebab adanya gambar.
14. Gunakan URL yang SEO Friendly
URL yang SEO Friendly sebaikanya mengandun keyword yang ditargetkan. Makara menyerupai ini..
Jika anda menciptakan artikel yang berjudul:
Resep dan Cara Membuat Nasi Goreng Pedas nan Nikmat
Dan anda ingin menargetkan keyword "cara menciptakan nasi goreng maka url yang bisa anda gunakan :
/Resep-dan-cara-membuat-nasi-goreng
Atau kalau ingin lebih baik gunakan url menyerupai ini:
/cara-membuat-nasi-goreng
Mengapa kalau semakin pendek semakin bagus? Semakin pendek suatu url, hal tersebut semakin memperkuat seo sebuah artikel. Jika kita melihat, hampir 90% blog yang kontennya berada di posisi 1-5 serp memakai url yang pendek namun tetap mengandung keyword.
15. Deskripsi Penelusuran
Bagian ini sering dilupakan, padahal deskripsi penelusuran sanggup meningkatkan SEO sebuah artikel, deskripsi penelusuran merupakan snippet yang ditampilkan ketika artikel kita tampil di search engine.
Jika tidak diberi deskripsi penelusuran bagaimana?
Biasanya yang ditampilkan yaitu penggalan goresan pena pada artikel. Apa keuntungannya memakai deskripsi penelusuran?
Dengan menerapkannya, asal anda bisa membuatnya menjadi menarik, maka hal tersebut bisa mengundang klik calon pengunjung.
Bagi pengguna blogspot, sudah tersedia kotak deskripsi penelusuran menyerupai pada gambar berikut :
Kesimpulan
Faktor utama yang menentukan SEO sebuah artikel sejatinya ialah konten yang berkualitas dan juga ditambah user experience. Daripada menciptakan artikel yang ditujukan kepada mesin pencari, lebih baik buatlah untuk menunjang kepuasan pengunjung blog kita.
Kini algoritma google sudah semakin cerdas, bisa membedakan mana blog yang melaksanakan meningkatkan secara optimal secara berlebihan, mana yang melaksanakan meningkatkan secara optimal secara wajar.
Admin rasa penjelasan cara menciptakan artikel seo friendly cukup hingga disini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa eksklusif di kolom komentar atau melalui form Hubungi Saya. Semoga postingan ini bermanfaat bagi anda.








