Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui

Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tips berpuasa untuk ibu hamil dan menyusui - Tips berpuasa dikala hamil dan menyusui ini bisa dicoba bagi ibu hamil dan menyusui yang menghendaki untuk melakukan puasa di bulan ramadhan 1439 H/ 2018 M

Namun yang perlu diingat, melakukan puasa bagi ibu hamil dan menyusui di bulan ramadhan tetap harus memperhatikan kesehatan janin yang dikandung bagi ibu hamil maupun bayi bagi ibu yang menyusui. 

Berikut tips berpuasa dikala menyusui maupun dikala hamil biar tetap fit selama berpuasa yang ditulis  oleh Arit Widowati

Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui


1. Niat, kalo sudah mantap ingin berpuasa sudah niscaya niat yaitu modal utama untuk kesuksesan sampai buka puasa menjelang. Sesuai hadist, Segala amalan tergantung pada niatnya.

2. Puasa hanya memindahkan agenda makan menyerupai dikala tidak berpuasa, jadi kalo mau berpengaruh makan tetap harus 3 kali. Sebagai pola bisa dimulai makan pertama dikala berbuka, kedua sehabis tarawih dan ketiga dikala sahur.

Yang terberat biasanya malam hari sehabis tarawih sebab kondisi perut masih kenyang sehabis berbuka sehingga malas makan lagi, ditambah mengantuk dan lelah, apalagi yang sedang menyusui, malam hari dikala pelepasan hormon prolaktin berefek mengantuk.

Untuk mengatasi hal ini, tipsnya yaitu berbuka yang ringan saja secukupnya untuk sekedar menghilangkan lapar dan dahaga dan memberi energi untuk beribadah (manis alami dan tinggi gizi dan energi tentu kurma), makan lebih banyak bisa dilanjutkan malam hari sehabis tarawih.

Saat sahur pun juga demikian, untuk menghindari rasa malas ketika sahur awali dengan niat semenjak mau tidur di malam hari dan pahami benar kemuliaan sahur sebagaimana dijelaskam dalam beberapa hadist shohih, salah satunya :
 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian, sebab sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah” (Muttafaqun ‘alaih).

3. Gizi berimbang. Intinya bahwa seimbang itu asupan yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, vitamin dan mineral dengan jumlah yang sesuai kebutuhan dan aktifitas si ibu yang sedang hamil dan atau menyusui. Banyak makan buah dan sayur, dan makan kurma baik dikala berbuka maupun sahur sebab kandungan gizinya lengkap dan bisa menjadi sumber tenaga selama berpuasa.

4. Banyak minum air putih, jus, sayur dan atau buah yang banyak mengandung air sebab kebutuhan cairan kita bukan hanya dari air putih yang kita minum, tapi dari kandungan air dalam makanan yang di makan juga.

Sebaiknya hindari minuman yang mengandung gula, soda, dan kafein. Banyak teori berbeda-beda mengenai jumlah air putih yang harus diminum ibu hamil dan menyusui, tapi yang sempurna yaitu jumlah yang cukup dimana kalau tidak dalam kondisi berpuasa harusnya dikala haus minum secukupnya sebab tubuh secara otomatis akan memberi sinyal kalau membutuhkan cairan.

Ibu hamil gampang sekali haus, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak cairan daripada ibu hamil sebab aktifitas dan frekuensi menyusui sangat mensugesti kebutuhan cairan yang ada. Saat berpuasa tentu sinyal ini tidak bisa dipenuhi segera, jadi usahakan minum minimal 8 kali sekitar 2-3 liter sehari selama waktu buka sampai sahur, ada juga yang menyampaikan kebutuhan cairan yang sempurna yaitu 0.03 ml per kg berat badan, sebab jumlah air yang berlebihan juga tidak baik untuk kerja organ tubuh.

5. Tambahan pemanis herbal. Ketika sahur atau malam hari sebelum tidur bisa dimanfaatkan utk mengkonsumsi pemanis herbal tambahan untuk menambah energi dan vitalitas tubuh menyerupai madu, habbatussauda, minyak zaitun, ngemil kismis, kacang-kacangan, kurma, dsb.

6. Batasi aktifitas berat. Dengan hamil dan atau menyusui saja bahwasanya seorang ibu sudah cukup melelahkan dan membutuhkan energi lebih daripada orang yang tidak hamil atau puasa, kesannya untuk menjaga cadangan makanan atau energi dalam tubuh sebaiknya ibu hamil dan menyusui membatasi aktifitasnya dari yang berat, banyak istirahat dan juga relaksasi.

Nah, sehabis membaca dan mempersiapkan diri dengan banyak sekali tips yang ada, jangan kaget kalau ternyata ibu hamil dan menyusui yang berpuasa mengalami beberapa hal berikut

1. Lemas dan tubuh gemetar. Bisa jadi sebab pertama kalinya berpuasa dikala hamil atau menyusui, masa penyesuaian, adaptasi, perlu evaluasi, dan jangan paksakan diri kalau memang tanda-tanda ini makin parah dan mengkhawatirkan. Ingat prinsip dasar diatas bahwa ada rukhshah untuk tidak melanjutkannya dan perbaiki pola makan minum dikala sahur-berbuka berikutnya.

2. Produksi ASI ngedrop atau berkurang. Hal ini biasanya terjadi dikala awal-awal puasa saja dan ketika siang sampai sore mau berbuka, usang kelamaan akan menyesuaikan. Bagi Ibu bekerja, produksi asi yang ngedrop dikala berpuasa harus diganti dikala berbuka sampai sahur dengan menambah/istiqomah dengan agenda pumping sebab tetap prinsip produksi asi yaitu supply by demand. Puasa tidak mensugesti kuantitas dan kualitas asi kalau bisa memanajemen dengan baik dan istiqomah dengan agenda yang sudah disiapkan.

3. Susah untuk Istiqomah melawan malas. Istiqomah dengan agenda makan dari berbuka sampai sahur itu berat sebab puasa Ramadhan dilakukan setiap hari, sedangkan tubuh ibu hamil dan menyusui sangat tergantung dari cadangan makanan yang ada dalam tubuh.

Jika tidak istiqomah sehari saja maka akan sangat mensugesti perjalanan puasa di hari berikutnya. Soal cadangan makanan ini, insya Alloh tubuh secara otomatis akan mengutamakan asupan untuk janin bagi ibu hamil dan produksi asi bagi ibu menyusui, namun kalau jumlahnya kurang, maka ibunyalah yang akan mencicipi efeknya menjadi lemas tak bertenaga. Karenanya, kalau kuantitas tak terpenuhi, maka fokuslah pada kualitas makanan yang tinggi kandungan gizi dan mineralnya, menyerupai buah kurma

Demikian tips berpuasa untuk ibu hamil dan menyusui bagi yang menginginkan untuk melakukan ibadah puasa di bulan ramadhan 1439 H/ 2018 ini. Semoga bermanfaat